Bisa download ppt klik di SINI
(Di klik beberapa kali ya! kalau klik pertama muncul iklan)
Choose a, b, c or d for the correct answer.
Tasya …. to her friend’s house tomorrow. They will do the project together.
will buy c. will invite
will come d. will paint
The students …. the teacher some questions after the class.
will go c. will meet
will ask d. will study
They …. at the cafe next week.
will call c. will meet
will swim d. will sleep
I can’t watch TV right now. It’s broken. Dad …. the TV on the weekend.
will fix c. will watch
will break d. will listen to
I will go to the pool next Sunday, ….
I will swim c. I will see the doctor
I will camp d. I will save money
She will go to the grocery store. ….
She will read books. c. She will practice piano
She will sell houses. d. She will buy vegetables
Vera will not …. new books today.
buy c. buys
bought d. buying
Untuk mempelajari dan memahami ajaran islam secara mendalam tidak mungkin hanya mempelajari makna kitab suci Al-Qur'an saja, apalagi hanya sekedar membaca terjemahannya saja, bahkan juga ditambah membaca hadis-hadis nabi Muhammad saw. pun tidak akan bisa memahami dengan benar ajaran islam. Karena walaupun memang Al-Qur'an dan Hadis merupakan sumber utama ajaran islam, namun Al-Qur'an mengandung berbagai makna, ada pula ayat yang muhkamat ada mutasyabihat dan lain-lain, bahkan turunnya ayat al-Qur'an terdapat peristiwa yang menjadi latar belakangnya.
Oleh karena itu untuk mempelajari dan memahami Al-Qur'an saja diperlukan berbagai macam ilmu. Ada ilmu Tajwid (berkaitan dengan cara membaca Al-Qur'an), ilmu Qiroat (berkaitan dengan logat dialek bacaan Al-Qur'an), Ilmu I'jaz (berkaitan dengan keunikan dan keajaiban Al-Qur'an), ilmu Asbabun Nuzul (berkaitan dengan peristwa-peristiwa yang melatarbelakangi turunnya ayat Al-Qur'an), ilmu Nasikh wal Mansukh (berkaitan dengan hukum yang menghapus dan terhapus dalam ayat Al-Qur'an), ilmu Makki wal Madani (berkaitan dengan ayat yang turun di Mekah dan Madinah).
Menurut Imam Jalaluddin As-Suyuthi bahwa Tafsir adalah "ilmu yang membahas kitab Allah yang diturunkan kepada nabi Muhammmad SAW, yang menjelaskan makna-maknanya, dan mengeluarkan hukum serta hikmah-hikmah yang terkandung di dalam Al-Qur'an."
Tafsir sudah ada sejak zaman Nabi Muhammad SAW, karena beliaulah yang pertama kali menafsirkan Al-Qur'an. Beliau juga yang paling memiliki otoritas dalam menafsirkan Al-Quran semasa hidupnya. Karena apa yang dikatakan dan disampaikan beliau selalu dalam pengawasan dari Allah, sebagaimana tersebut dalam surat An-Najm ayat 2-4 :
ماضل صاحبكم وماغوى . وما ينطق عن الهوى . أن هو الا وحي يوحى
Artinya : "Kawanmu (Muhammad) tidaklah sesat dan keliru. Dan tidaklah yang diucapkannya menurut keinginannya. Tidak lain kecuali wahyu yang diwahyukan kepadannya." (Q.S. An-Najm: 2-4)
Pada masa Nabi Saw masih hidup, Nabi Saw secara umum melarang menulis apa saja yang berasal dari beliau, baik tafsir maupun hadis kecuali Al-Quran, hal ini dikhawatirkan akan bercampur dengan Al-Qur'an. Nabi secara khusus hanya membolehkan menulisnya kepada beberapa sahabatnya. Ini tentu saja dalam rangka menjamin keaslian Al-Qur'an.
Adapun setelah Nabi saw wafat, maka para shahabat yang menafsirkan al-Qur'an melaui ijtihad mereka. Diantara mereka yang terkenal ahli tafsir adalah Ali bin Abi Thalib, Abdullah bin Abbas, Ibnu Mas'ud dan Ubay bin Ka'ab.
Pada masa Tabiin, tafsir al-Qur'an semakin berkembang. Pada masa itu terbentuk madrasah/aliran penafsiran:
1. Madrasah Mekah, tokohnya adalah Mujahid, Said bin Jubair dan Atha' bin Abi Rabbah.
2. Madrasah Madinah, tokohnya antara lain Zaid bin Aslam, Abu Aliyah dll.
3. Madrasah Iraq, tokohnya Hasan Al-Basri, Masruq, Qatadah dll
4. Madrasah Mesir, tokohnya Yazid bin Abi Habib dll
5. Madrasah Syam, Umar bin Abdul Aziz, Ka'ab al-Akhbar, Raja' bin Haiwa dll
6. Madrasah Yaman, Thawus, Wahab bin Munabbih dll
Penafsiran pada masa tabiin ini lebih dominan tafsir dengan riwayat/atsar, dan pada masa ini tafsir masih bercampur dengan hadis/riwayat. Penafsiran dengan riwayat ini pada masa selanjutnya disebut Tafsir bil Ma'tsur. Disamping itu penggunaan riwayat atau kisah Israiliyat dalam penafsiran, bersamaan dengan banyaknya para ahli kitab yang masuk islam. Kisah Israiliyat adalah kisah-kisah yang diambil dari kitab Taurat dan Injil.
Adapun perkembangan tafsir pada masa selanjutnya, yaitu masa daulah Abbasiyah mengalami kemajuan, masa ini sering disebut Asru Tadwin (masa kodifikasi), selain Tafsir bil Ma'tsur ada pula Tafsir bir Ro'yi.Tafsir bil Ma'tsur adalah penafsiran dengan menggunakan hadis Nabi dan Atsar Shahabat. Sedangkan Tafsir bir Ro'yi adalah penafsiran dengan menggunakan akal pikiran, termasuk ilmu pengetahuan.
Tokoh Tafsir bil Ma'tsur diantaranya adalah Ibnu Jarir At-Tobary dengan karyanya Jami' Al-Bayan, Ibnu Katsir dengan karyanya Tafsir Al-Qur'an Al-Adhim dll
Tokoh Tafsir bir Ro'yi diantaranya Fachruddin Ar-Rozi dengan karyanya Mafatih Al-Ghoib dll.
Setiap akhir jenjang baik kelas 6 SD/MI atau kelas 9 SMP/MTs dan kelas 12 SMA/MA/SMK mesti dilakukan ujian atau penilaian/asesmen. Hal tersebut tentu saja sangat bermanfaat untuk mengukur sejauh mana kemampuan/kompetensi peserta didik atau ketercapaian kompetensi dari peserta didik. Disamping itu juga untuk menentukan kelulusan, serta untuk memberi gambaran/deskripsi dari kompetensi yang dimiliki peserta didik, sehingga dengan gambaran/deskripsi tersebut dapat dimanfaatkan oleh lembaga pendidikan yang akan dimasuki oleh peserta didik pada jenjang selanjutnya. Selain itu bagi sekolah/atau madrasah dengan hasil evaluasi tersebut dapat digunakan untuk mengevaluasi sejauh mana keberhasilan sekolah/madrasah dalam melaksanakan proses pembelajarannya.
Ujian Sekolah/Madrasah dapat dilaksanakan dengan berbagai cara, kalau dahulu mesti dilaksanakan dengan bentuk Tes Tulis, baik dengan menggunakan kertas(paper) atau dengan komputer (CBT). Namun sejak beberapa tahun terakhir, sekolah/madrasah diberi kebebasan tentang pelaksanaannya dan juga bentuk ujiannya. Bisa menggunakan tes tulis, praktek, penugasan dan lain-lain.
Namun demikian, walaupun sudah diberi kebebasan, kenyataan di lapangan rata-rata sekolah/madrasah memilih Ujian Tulis, baik dengan paper maupun CBT. Hal ini memang sangat beralasan, selain dengan tes tulis dianggap sangat praktis juga muda dalam kordinasinya.
Berikut silahkan didownload Kisi-kisi Soal US/UM kelas 9, Soal dan Jawabannya:
(Di klik beberapa kali ya! kalau klik pertama muncul iklan)
DOWNLOAD atau 1. KISI-KISI SOAL US/UM
DOWNLOAD atau 2. SOAL US/UM
Sumatif Akhir Tahun (SAT) adalah asesmen yang dilakukan oleh guru atau sekolah/madrasah pada akhir semester genap atau akhir tahun. Sumatif Akhir Tahun (SAT) dahulu disebut Ujian Akhir Tahun (UKK) dan Penilaian Akhir Tahun (PAT).
SAT ini merupakan kegiatan penilaian/evaluasi untuk mengukur ketercapaian kompetensi siswa selama satu tahun ajaran. Dalam kurikulum merdeka pelaksanaan SAT tidak harus menggunakan ujian tulis, bisa dilakukan dengan ujian praktek, penugasan dan lain-lain. Namun untuk memudahkan kordinasi, maka pada umumnya SAT dilaksanakan dalam bentuk ujian tulis, seperti pelaksanaan UKK atau PAT.
Di bawah ini silahkan didownload contoh-contoh soal SAT kelas 3 SD/MI
(Di klik beberapa kali ya! kalau klik pertama muncul iklan)
DOWNLOAD atau Soal SAT Pendidikan Pancasila 3
DOWNLOAD atau Soal SAT PAI 3
DOWNLOAD atau Soal SAT B. Indonesia 3
DOWNLOAD atau Soal SAT Seni Budaya 3
DOWNLOAD atau Soal SAT PJOK 3
DOWNLOAD atau SOAL SAT MATEMATIKA 3
DOWNLOAD atau SOAL SAT IPAS 3
LINK DOWNLOAD FILE SUPERVISI ADA DI BAWAH
Supervisi merupakan bagian keempat
dari empat kegiatan proses pembelajaran yang dilaksanakan oleh tim supervisor
baik oleh kepala sekolah/madrasah dan pengawas. Keempat proses pembelajaran itu antara lain;
diawali dengan perencanaan, kemudian pelaksanaan, diteruskan dengan penilaian,
dan yang keempat pengawasan. Setiap satuan pendidikan melakukan perencanaan
proses pembelajaran, pelaksanaan proses pembelajaran, penilaian hasil
pembelajaran, dan pengawasan proses pembelajaran untuk terlaksananya proses
pembelajaran yang efektif dan efisien.
Perencanaan
proses pembelajaran dilakukan oleh kepala satuan pendidikan bersama dengan
pendidik. Perencanaan itu berbentuk alur tujuan pembelajaran (ATP) dan modul ajar (MA). Perencanaan proses
pembelajaran meliputi silabusATP dan Modul Ajar yang memuat
sekurang-kurangnya tujuan pembelajaran, materi ajar, metode pengajaran, sumber
belajar, dan penilaian hasil belajar.
Pelaksanaan
proses pembelajaran dilakukan oleh pendidik berdasarkan perencanaan proses pembelajaran.
Wujudnya nyatanya adalah peristiwa di ruangan belajar dan pemberian tugas
terstruktur dan tugas mandiri kepada peserta didik. Peristiwa di kelas meliputi
kegiatan awal, kegiatan inti, dan kegiatan akhir. Penilaian proses dan hasil
belajar di tingkat satuan pendidikan dilakukan oleh pendidik dan satuan
pendidikan. Wujud nyata penilaian itu adalah ulangan sumatif di akhir materi
pelaaran. Pengawasan dilakukan oleh kepala satuan pendidikan dan pengawas
sekolah. Wujud dari pengawasan itu adalah pemantauan, supervisi, evaluasi,
pelaporan, dan tindak lanjut.
Kegiatan
proses pembelajaran itu merupakan satu kesatuan dengan penanggung jawab yang
jelas. Perencanaan merupakan dasar utama dari semua kegiatan. Perencanaan yang
benar diasumsikan bermuara kepada pelaksanaan yang benar. Perencanaan dilakukan
oleh kepala satuan pendidikan dan pendidik. Silabus / alur tujuan pembelajaran
mata pelajaran dan muatan lokal disusun oleh guru bersama timnya yang diketuai
oleh kepala satuan pendidikan. Jika silabus/ alur tujuan pembelajaran belum
memenuhi standar yang diharuskan, penanggung jawabnya adalah kepala satuan
pendidikan. Selain itu, silabus/ alur tujuan pembelajaran merupakan perangkat
kurikulum yang kategori tanggung jawabnya berada di tangan kepala satuan pendidikan.
Lagi pula, di dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), silabus / ATP
merupakan dokumen kedua kurikulum, sedangkan penanggung jawab penyusunan
kurikulum di tingkat satuan pendidikan adalah kepala satuan pendidikan
Recana
pelaksanaan pembelajaran (RPP) atau Modul Ajar (MTs) disusun oleh pendidik
berdasarkan karakteristik peserta didik yang berada di kelasnya. Penyusunan
RPP/MA pada dasarnya dilakukan secara individu, meskipun tidak dilarang secara
berkelompok. Jika RPP/MTs yang bermasalah berarti yang
beratanggung jawab adalah pendidik.
Pelaksanaan
proses pembelajaran oleh pendidik, bertumpu kepada perencanaan yang disusun
oleh satuan pendidikan dan pendidik. Kegiatan ini berangkat dari keberadaan
silabus / ATP dan RPP / Modul Ajar. Pelaksanaannya akan terlihat nyata di ruang
kelas, dalam bentuk interaksi dengan peserta didik, dan dalam suasana yang
menyenangkan. Proses pembelajaran pada satuan pendidikan diselenggarakan secara
interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk
berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa,
kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik
serta psikologis peserta didik.
Penilaian
proses dan hasil belajar pada tataran satuan pendidikan dilakukan oleh
pendidik, satuan pendidikan, dan pemerintah. Pada tataran satuan pendidikan hal
itu dilakukan oleh pendidik dan satuan pendidikan. Penilaian pendidikan pada
jenjang pendidikan dasar berdasarkan hasil penilaian sumatif yang dilaksanakan
pada akhir materi pembelajaran.
Perencanaan,
pelaksanaan, dan penilaian dalam proses pembelajaran perlu pengawasan.
Pembahasan akan dilakukan dengan sistematika berpikir seperti berikut ini. (1)
ruang lingkup kerja kepengawasan; (2) program atau perencanaan pengawasan; (3)
pelaksanaan, pelaporan, dan tindaklanjut kegiatan kepengawasan. Dengan tiga
sistematika berpikir itu, diharapkan bahan ini dapat dijadikan sebagai landasan
berpikir untuk melaksanakan kegiatan kepengawasan pada satuan pendidikan baik oleh
pengawas madrasah maupun oleh kepala satuan pendidikan.
Silahkan download file-file supervisi IKM di bawah ini:
Asesmen adalah penilaian, yang terdiri dari beberapa asesmen pada kurikulum Merdeka. Yaitu Asesmen Diagnostik, Asesmen Formatif dan Asesmen Sumatif.
Asesmen Diagnostik dilaksanakan oleh seorang pendidik pada awal tahun/semester sebelum melaksanakan pembelajaran. Asesmen Formatif dilaksanakan oleh pendidik pada saat melaksanakan pembeajaran. Dan asesmen Sumatif dilaksanakan pada akhir atau setelah melaksanakan kegiatan pembelajaran.
Asesmen Diagnostik dilaksanakan pada awal atau sebelum pembelajaran sangat bermanfaat bagi pendidik atau guru untuk mengetahui batas kemampuan peserta didik serta karakteristik belajarnya, sehingga dengan dilakukannya asesmen diagnostik ini maka hasilnya sangat bermanfaat bagi pendidik untuk menentukan materi apa yang akan dikaji pada pembelajarannya, serta metode dan pendekatan apa yang akan diterapkan. Sehingga Modul Ajar yang akan disusun oleh pendidik disesuaikan dengan kondisi peserta didik. Dengan demikian diharapkan pembelajaran yang akan dilaksanakan oleh pendidik benar-benar sesuai, sehingga akan berdampak positif pada output/ hasil belajar peserta didik.
Asesmen Formatif dilaksanakan pada saat pendidik melaksanakan kegiatan pembelajaran. Asesmen formatif ini dilaksanakan untuk mengetahui sejauh mana pelaksanaan pembelajaran dapat dilaksanakan. Dengan asesmen formatif ini pendidik dapat mengetahui apakah kekurangan pada pembelajaran yang dia laksanakan. Dan selanjutnya pendidik bisa memperbaiki modul ajarnya, baik metode, pendekatan dan lain-lain.
Asesmen Sumatif dilaksanakan setelah pembelajaran untuk menilai kompetensi peserta didik dalam menguasai capaian pembelajaran (CP). Asesmen Sumatif terdiri dari Sumatif Harian, Sumatif Tengah Semester(STS), Sumatif Akhir Semester (SAS), Sumatif Akhir Tahun (SAT)/Sumatif Akhir Fase dan Sumatif Akhir Sekolah/Madrasah atau Asesmen Sekolah/Madrasah.
Berikut contoh Soal Sumatif Akhir Semester (SAS) SMA/MA/SMK silahkan di download:
(Di klik beberapa kali ya! kalau klik pertama muncul iklan)
Seiring terbitnya Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 1503 Tahun 2025 tentang Pedoman Implementasi Kurikulum pada RA, MI, MTs, MA dan MAK, ...